Strategi Trading Forex Profit Konsisten Ini Sudah Terbukti

“Teknik mana yang dapat menghasilkan profit konsisten? Atau strategi trading forex profit konsisten yang menggunakan indicator Fibonacci itu apa bisa profit konsisten?”

strategi teknik trading profit konsisten

Pertanyaan – pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh trader yang masih baru belajar teknik trading forex dan ingin meraih profit konsisten dengan system teknikal. Pada dasarnya keuntungan yang bisa konsisten secara terus menerus tidak ditentukan oleh strategi A, B, C, D  dan bagaimanapun penerapannya, semua trader masih “pasti” akan mengalami kerugian karena tidak ada yang bisa menebak arah market atau pergerakan harga mau kemana di masa depan.

 

Untuk meraih konsistensi profit konsisten dalam trading, maka pahamilah bahwa kunci utama bukan hanya terletak pada apa strategi yang kita gunakan. Namun bagaimana cara kita memperdalam dari strategi  trading forex profit konsisten tersebut dan focus dalam strategi itu. Dalam hal ini, ada 2 metode yang dapat anda praktekkan diantaranya adalah :

 

Menguji strategi trading forex profit konsisten yang akan digunakan .

Bagaimana cara kita menentukan stategi? Apakah bisa dengan mengikuti pengalaman trader lain yang sudah berhasil profit dengan strategi itu? Apa harus belajar dulu ke trainer terkenal ?Atau mencoba strategi yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi?

 

Jika anda mempraktekkan ketiga cara di atas, maka segera ubah cara pandang anda dan perbaiki teknik yang sekarang digunakan.Fakta pertama, strategi terbaik adalah strategi trading forex yang sesuai pemahaman dan kenyamanan anda sendiri. Fakta kedua, teknik trading bisa dikatakan terbukti profitable jika setelah diuji dalam kurun minimal 6 bulan atau 1 tahun .

Jika anda belum mengetahui gaya trading yang anda gunakan, maka coba kenali dulu mana yang nyaman teknik tradingnya .Apakah anda cenderung suka agresif atau konservatif dan lebih suka teknik trading scalping atau swing dan sebagainya. Untuk menentukan strategi apa dan time frame berapa yang cocok dengan karakter trading anda . Kalau sudah menemukan strategi yang cocok maka perdalam. Fokus tekuni teknik itu abaikan teknik yang digunakan orang lain,karena teknik orang lain belum tentu cocok bagi anda dan sebaliknya.

Terus perdalam,teknik yang dirasa cocok  dan coba trading dengan akun real atau cent. Uji coba ini memerlukan waktu yang optimal agar bisa dikatakan profitable jika sudah melewati 6 bulan atau 1 tahun namun anda juga bisa menentukan dari usia dini strategi anda. Selama pengujian saya  menggunakan beberapa broker forex yaitu Tickmill karena akun tipenya,  Liteforex ini nominal depositnya minim , Forex4you. Usahakan tetap focus meskipun tidak selalu meraih profit,belajarlah dari kesalahan itu. Kalau perlu setiap trading ,catat sebagai jurnal trading anda agar tahu sejarahnya kenapa saya bisa melakukan dan alasanya apa.

Bagaimana jika 3 bulan atau 6 bulan setelah menguji teknik tidak membuahkan hasil profit konsisten? Solusinya adalah memilih memperbaiki kesalahan atau menguji strategi lain atau teknik lain yang menurut anda lebih potensial lagi. Terlebih orang lain mengatakan teknik itu bagus tetap saja sama ,kita harus adaptasi dulu untuk itu dan perlu lebih lama lagi untuk riset. Perbandingannya lebih simple kita menggunakan teknik sendiri dan tidak campur dengan teknik orang lain. Jika campur maka akan memperlama belajar kita untuk membuat strategi trading forex profit konsisten.

 

Mempratekkan Manajemen Resiko .

Teknik atau strategi adalah upaya kita  untuk tidak mengalami kerugian, akan lebih baik lagi jika kita menggabungkan atau menambahkan manajemen resiko karena hal ini dapat memaksimalkan angka profit konsisten kita.

Contoh:

 

Trader Forex A menerapkan teknik trading profit konsisten memilki profitabilitas 80 % tanpa menggunakan manajemen resiko. Dalam tradingnya sebanyak 20 kali  ,ia profit 16 kali dan loss 4 kali. Trader forex A hanya mengandalkan pergerakan harga dan menargetkan 10 sampai 20 pips setiap tradingnya. Jika kalah Trader A menanggung kerugian minimal 100 pips dan rincian untuk melihat keuntungannya ,profit 16 x 20 = 320 pips sedangkan kalau kerugian rinciannya sejumlah  4 x 100 = 400 pips maka total dari trading Trader Forex A minus 80 pips.

Ada juga Trader Forex B menerapkan teknik trading profit konsisten yang memiliki profitabilitas hanya 50% dia menggunakan manajemen resiko rasionya sebesar 1:2 untuk setiap transaksinya. Dia membatasi resiko atau kerugian sebesar 50 pips dan menargetkan profit sebesar 100 pips . Ketika di evaluasi setelah membuka 20 posisi trading ternyata profit 10 kali dan loss 10 kali. Kalau dihitung hitung trader forex B pada akhir transaksi masih memiliki keuntungan. Berikut rinciannya ketika profit 10 X 100 pips = 1000 pips ketika loss atau rugi  10 x 50 pips =500 pips .Terakhir dari histori tradingnya masih mengantongi 500 pips profit.

Dari kedua contoh diatas ,kita bisa mendapatkan ilmunya bahwa manajemen resiko itu penting karena menentukan hasil trading anda . Teknik bagus manajemen resiko buruk akan menjadi kerugian begitu sebaliknya tetapi lebih baik jika kita dapat menyeimbangkan keduanya.